SKUADRON 400 WING UDARA 2 MELAKSANAKAN OMSP DENGAN MENDUKUNG KEGIATAN STAND BY SAR DI PULAU BALI
Juanda
Diposkan oleh renbang 16 November 2019 pukul 01:09:31PM
Update terakhir 16/11/2019, 01:20:36PM

Reporter : Pen_Wing Udara 2
Editor : Maysolikin
Fotografer : Pen_Wing Udara 2

Senin, 18 November 2019 – Skuadron 400 Wing Udara 2 dalam rangka stand by Search and Rescue telah menempatkan personel dan helikopter non organiknya di Pulau Bali.

Kehadiran Helikopter non organik dengan type BO-105 HR-1521tersebut merupakan hasil kerjasama TNI Angkatan Laut dalam hal ini PUSPENERBAL dengan Badan SAR Nasional dan pemerintah daerah Bali untuk mendukung pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan korban diwilayah kerja kantor SAR Denpasar.

Hal ini memungkinkan karena Pulau Bali atau yang biasa disebut dengan Pulau Dewata ini merupakan tujuan wisatawan baik domestik , maupun manca negara, tentunya kesiapan dalam menghadapi musibah penerbangan, pelayaran, bencana alam dan musibah lainnya sangat diperlukan.
 
Kehadiran helikopter non organik Skuadron 400 Wing Udara 2 ini dapat memberikan rasa aman kepada wisatawan baik dari dalam dan luar negeri. Dengan melaksanakan patroli secara rutin di Pulau Dewata yang mayoritas wilayahnya adalah tempat wisata akan membawa dampak kepercayaan wisatawan asing terhadap penjagaan keselamatan jiwa mereka sehingga akan meningkatkan citra positif bangsa Indonesia di mata Dunia sebagai obyek wisata.
 
Dalam pelaksanaannya Skuadron 400 dan Basarnas juga melakukan latihan pencarian dan penyelamatan guna meningkatkan kemampuan personil baik dari awak Pesud maupun personil dari Basarnas.
 
Melaksanakan Patroli daerah wisata di Pulau Bali harus dilaksanakan dengan ekstra waspada karena banyaknya layang- layang diwilayah tersebut.
 
Bagi masyarakat Bali bermain layang- layang sudah menjadi tradisi yang turun menurun dari generasi ke generasi, tidak mengenal waktu baik siang maupun malam, juga tidak mengenal musim. Besarnya layang- layang seukuran Heli , bahkan kadang 2 atau 3 kali lipat lebih besar dengan benang seukuran tali jemuran dan tingginya mencapai 100-300 Meter.
 
Dengan demikian Pilot dalam melaksanakan patroli harus benar-benar jeli mengamati wilayah atau area yang terdapat layang layang sehingga dapat terhindar dari musibah bahaya layang layang tersebut.
 
Penugasan di Pulau Bali bisa menjadi ajang reffresing tersendiri bagi prajurit Gurita disela-sela siaga, namun tentunya dengan tidak meninggalkan kesiapan dan kesigapan bila sewaktu waktu digerakkan untuk melaksanakan operasi SAR.
 
 


Anda pembaca ke 173 dari 173