KETEKUNAN BAGI PRAJURIT SKUADRON 400 WING UDARA 2 DALAM PERAWATAN HELIKOPTER SATGAS MTF MENJADI SALAH SATU PENENTU KEBERHASILAN DALAM PELAKSANAAN MISI PBB DI LAUT MEDITERANIA
Bairut
Diposkan oleh renbang 16 November 2019 pukul 09:15:34PM
Update terakhir 16/11/2019, 09:19:54PM

Reporter : Pen_Wing2
Editor : MaySolik
Fotografer : Pen_Wing2

Bairut 16 November 2019, UNIFIL Maritim Task Force adalah satu satunya Operasi UN yang dilaksanakan oleh personel yang keseluruhan Angkatan Laut. MTF terdiri dari 6 kapal dari negara Indonesia, Brazil, Jerman, Turki, Yunani dan Bangladesh yang diawaki oleh lebih kurang 650 personel. Disamping melibatkan 6 kapal, MTF UNIFIL didukung oleh 2 unit Heli yang On Board masing-masing di kapal perang Indonesia dan Brazil.
 
Helikopter jenis Dauphin dengan nomor lambung HR-3601 yang diawaki dan dioperasikan oleh Skuadron 400 Puspenerbal menjadi salah satu heli MTF Unifil sejak Agustus 2018. MTF UNIFIL mempunyai beberapa tugas pokok yang melibatkan helikopter, antara lain Aviation Maritime interdiction Operation (AMIO), Standby SAR 24/7, Standby Medevac, Mendukung tugas dan kepentingan Satgas MTF/ KRI.
 
Tugas pokok tersebut diatas yang dilaksanakan menuntut kesiapan unsur agar mampu melaksanakan tugas dengan baik. Kegiatan terbang helikopter dilaksanakan sebagian besar di wilayah laut (Over sea) yang mengakibatkan uap air maupun percikan air laut ke badan maupun Engine helikopter. Menyikapi hal tersebut, crew melaksanakan perawatan helikopter secara rutin untuk menjaga kondisi teknis, antara lain dengan melaksanakan pencucian heli setelah pelaksanaan terbang, Compresor Wash menggunakan Aqua _Demineralize_(DM) guna membersihkan Kompressor Engine selesai melaksanakan tugas laut dan pelumasan serta melapisi beberapa bagian dengan menggunakan alkohol 70% guna mencegah terjadinya korosi pada helikopter. Selain itu kegiatan _Weekly Inspection_ juga menjadi agenda rutin dalam perawatan heli HR-3601.
 
Untuk menunjang kegiatan pembersihan membutuhkan fasilitas air tawar yang disediakan oleh KRI selama melaksanakan pelayaran meskipun adanya keterbatasan air tawar KRI selama pelayaran, namun atas izin Komandan KRI penggunaan air tawar untuk pembersihan Heli mendapat prioritas, dikarenakan helikopter terkena Salinitas air laut yang bisa berdampak korosi pada helikopter.

 


Anda pembaca ke 295 dari 295