CN-235 PATROLI DI PERAIRAN NATUNA____
Kepri
Diposkan oleh renbang 30 Januari 2020 pukul 06:23:03AM
Update terakhir 05/02/2020, 05:39:22PM

Reporter : Pen_Puspenerbal
Editor : Mayor_Solikhin
Fotografer : helmi

Tanggal 8 Januari 2020, dua kapal perang kelas Frigate 054A China terdeteksi berada di ZEE Indonesia oleh CN-235 MPA TNI Angkatan Laut. Kapal perang "Liuzhou-573” dan “Yueyang-575" ini terlihat siaga penuh, dengan radar udara berputar dan menyapu 360 derajat, dapat dipastikan mereka sadar akan kehadiran pesawat patroli maritim TNI AL yang diawaki oleh Mayor Febriyanto dan Kapten Anjun.
 
Kedua kapal perang ini tidak menyalakan transponder-nya sehingga tidak terdeteksi oleh perangkat AIS (Automatic Identification System) receiver namun tidak dapat sembunyi dari pantauan radar pesawat P-8304. Setelah terdeteksi dari jarak 120 Nm yakni beberapa menit setelah pesawat take off dari Bandara Ranai, Natuna, kru pengawak mission system pesawat P8304 dibawah arahan Lettu Rana mengawasi kontak pada radar tersebut selama 15 menit sambil mendekat.
 
Kontak tampak mencurigakan karena bergerak cepat, hampir mendekati kecepatan 20 knots, sehingga captain pilot berinisiasi untuk  melaksanakan identifikasi. Pesawat yang awalnya didaulat untuk melaksanakan identifikasi terhadap kapal-kapal Coast Guard maupun pengawas perikanan Vietnam, mendapati dua kapal combatan China sedang bersliweran di perairan ZEE Indonesia. Kontan pesawat mengirim seluruh data yang didapat hasil identifikasi ke pangkalan dan KRI yang sedang beroperasi melalui datalink system sehingga secara real time, apa yang didokumentasikan oleh perangkat canggih optronik FLIR pesawat dapat juga terpantau di Pusat Komando dan Pengendalian TNI AL serta beberapa kapal perang Indonesia.

Pesawat CN235 Patroli Maritim ini merupakan bagian dari operasi pengawasan dan pengamanan laut Natuna. Dibawah kendali Kogabwilhan I, patroli udara disiagakan sepanjang waktu dan bergerak berdasarkan informasi situasi yang dikumpulkan oleh satgas dari Kogabwilhan I. Pesawat ini merupakan pesawat canggih buatan anak negeri. Dengan perangkat deteksi (seperti surveillance radar dan optronic FLIR) serta peralatan komunikasi yang mumpuni dan terlebih lagi diawaki oleh personel TNI AL yang tentunya profesional, militan, insan bahari dengan rasa memiliki terhadap laut nusantara yang tinggi, pesawat ini akan menjadi garda samudra yang tangguh. Seluruh CN235 MPA berada dibawah binaan Skuadron 800 Wing Udara 2 Puspenerbal, akan selalu siap menjaga, mengawasi, dan turut mengamankan wilayah dan sumber daya laut Indonesia berdasarkan hukum internasional yang sah dan diratifikasi.

Demikian juga dalam operasi pengamanan dan pengawasan perairan Natuna, patroli udara maritim oleh pesawat CN235 MPA TNI Angkatan Laut akan terus menerus dilaksanakan, berdampingan dengan aset-aset pengawas instansi lain.
 
 


Anda pembaca ke 420 dari 420