TIM PENILAI KOLAT PENERBAL TURUT AKTIF DALAM KEGIATAN PENILAIAN LATIHAN KESIAPAN OPERASI PENERBANGAN TNI AL TA 2020
Juanda
Diposkan oleh renbang 30 Juli 2020 pukul 07:33:55AM
Update terakhir 30/07/2020, 07:44:14AM

Reporter : Pen_KolatPenerbal
Editor : Mayor_Solikhin
Fotografer : Letnan_Ery

Juanda - Latihan Kesiapan Operasi Penerbangan TNI Angkatan Laut merupakan kategori latihan tingkat 3, dimana latihan ini tidak hanya melibatkan unsur Pesud akan tetapi juga mengikutkan seluruh komponen SSAT sebagai peserta latihan. Dapat dikatakan juga bahwa latihan ini sebagai latihan puncak di jajaran Puspenerbal, yang menjadi tolak ukur pemeliharaan dan peningkatan kemampuan serta kesiapan unsur-unsur/satuan jajaran Puspenerbal serta untuk mengetahui tingkat  kemampuan profesionalisme crew Pesud dan pelaksanaan tugas pokok pangkalan udara sebagai satu kesatuan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).

Pelaksanaan latihan ini, juga sebagai sarana pembinaan kemampuan dan kesiapan awak Pesud yang terprogram dan berlanjut sehingga kemampuan secara individu, kelompok dari pengawakan Pesud serta kemampuan koordinasi dan kerja sama dengan komponen SSAT lain dalam pelaksanaan latihan maupun operasi dapat berjalan dengan baik dan lancar. Selain itu, latihan ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan dan kesiapan tempur Pesud, profesionalisme awak Pesud serta tugas pokok pangkalan.

Sebagai satuan di jajaran Puspenerbal yang mempunyai tugas penilaian terhadap latihan maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh Puspenerbal dalam hal ini Wing Udara dan Lanudal, Kolat Penerbal berpartisipasi dalam latihan tersebut sebagai Tim Penilai. Adapun penilaian tersebut bukan semata – mata “mencari kesalahan” pelaku latihan namun bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan dan profesionalisme personel yang terlibat latihan dalam menjalankan penugasan. Hal – hal yang menjadi temuan dalam latihan oleh tim penilai, diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi dan masukan kepada pimpinan untuk keberhasilan latihan di masa yang akan datang.

Pelaksanaan Latihan Kesiapan Operasi Penerbangan TNI AL TA 2020 terintegrasi dengan Latihan Glagaspur Tingkat III (L3) Koarmada I yang melibatkan unsur SSAT, diantaranya Satuan KRI jajaran Koarmada I, Unsur udara (Pesud)/Puspenerbal, Pasukan Pendarat (Pasrat) / Marinir, dan Unsur Pasukan Khusus TNI AL (Kopaska dan Taifib). Latihan dimulai tanggal 7 s.d. 28 Juli 2020. Terdiri dari gladi posko dilaksanakan tanggal 07 s.d. 10 Juli 2020 bertempat di masing – masing satuan secara video conference, gladi lapangan / Manuver Lapangan (Manlap) dilaksanakan pada tanggal 11 s.d. 28 Juli 2020 di Perairan Kepulauan Lingga (Kepri).
 

Untuk mendukung kegiatan latihan tersebut, Kolat Penerbal mengirimkan tiga orang personel sebagai tim penilai, yaitu Wadan Kolat Penerbal, Letkol Laut (P) Biyanto, bertindak sebagai Katim Penilai; Paopslat Kolat Penerbal, Letkol Laut (P) Wahjoedi Djoko S. dan Kasiops Kolat Penerbal, Kapten Laut (P) Feri Melala, bertindak sebagai Staf Penilai. 

Adapun metode yang digunakan dalam penilaian latihan kali ini, adalah metode langsung, yaitu tim penilai terjun langsung ke lapangan, dengan melakukan pengamatan dan wawancara kepada objek penilaian (pelaku). Hasil penilaian yang diperoleh diakumulasikan hingga didapat nilai hasil latihan meliputi, Nilai Kemantapan Awal, Nilai tahap Persiapan, Nilai Tahap Pelaksanaan, dan Nilai Tahap Pengakhiran. Dari nilai yang diperoleh, bisa diambil suatu kesimpulan dan kekurangan yang ada selama latihan berlangsung.

Hasil Pelaksanaan Penilaian Latihan Kesiapan Operasi Penerbangan TNI AL TA 2020 disampaikan dalam acara kaji ulang dan evaluasi yang dilaksanakan di Wispa Lanudal Juanda pada hari Selasa tanggal 28 Juli 2020. Kegiatan ini juga diikuti oleh Lanudal Jakarta, Lanudal Tanjungpinang dan Wing Udara 1 secara video conference . Bertindak selaku pemapar hasil penilaian, Wadan Kolat Penerbal, Letkol Laut (P) Biyanto selaku Katim penilai Kolat Penerbal. Beliau berpesan kepada pelaku, “Dengan adanya kaji ulang ini, apapun yang menjadi kekurangan bisa dijadikan bahan untuk diperbaiki dalam latihan di masa mendatang, biasakan diri dalam setiap latihan untuk selalu berpikir kejadian yang sebenarnya yang mungkin terjadi sewaktu – waktu agar jiwa militan kita terbentuk, Jadikan ajang latihan yang diselenggarakan sebagai sarana untuk menempa diri menjadi prajurit yang professional, serta saya senantiasa berharap semoga latihan ke depan bisa berlangsung lebih baik lagi dengan mengutamakan zero accident.”


Anda pembaca ke 117 dari 117