SOLUSI AKTIVITAS MILITER KAPAL PERANG DI LCS, TIM PUSPENERBAL IKUTI FOCUS GROUP DISCUSSION
Surabaya
Diposkan oleh renbang 30 November 2021 pukul 05:16:08PM
Update terakhir 30/11/2021, 05:16:08PM

Reporter : Penpus
Editor : Penpus
Fotografer : Penpus

Sidoarjo Puspenerbal, (30/11)

Tim Perwira Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal)  mengikuti Focus Group Discusion(FGD) International Law yang mengambil tema “Aktifitas Kapal Perang di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)”, melalui Zoom Meeting di Kampus Fakultas Hukum, Universitas Hang Tuah, Jl. Arif Rahman Hakim No. 150 Surabaya. Selasa (30/11/2021)

Puspenerbal menghadirkan empat perwiranya yaitu Letko Laut (P) Dani Achnisundani, Letkol Laut (S) Wahyu Kurniawan, Letkol Laut (KH) Muh.Slamet dan Mayor Laut (T) Imam Hariadi

Kegiatan Focus Group Discusion (FGD) yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Hang Tuah ini, dibuka oleh Rektor Universitas Hang Tuah Laksda TNI (Purn) Prof. Dr. Ir. Supartono, M.M., CIQaR.

Kegiatan tersebut menghadirkan 3 Pembicara, diantaranya Laksda TNI Dr. Iwan Isnurwanto, M.AP., M.Tr(Han)., yang sehari-hari menjabat sebagai Panglima Koarmada II memaparkan tentang “Aktivitas Militer Kapal Perang di ZEEI (Khususnya LCS) Dalam Kerangka Hukum International.

Sementara itu pembicara II adalah Bapak Arie Afriansyah, S.H., MIL., Ph.D., adalah Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia, sedangkan pembicara III adalah Bapak Dr. Ardhitya Eduard Yeremia, B.A., M.Sc., Ph.D., merupakan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia dan sebagai moderator Dr. Agung Pramono, S.H., M.Hum., Dosen Prodi S2 UHT.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) tersebut dibahas aktivitas militer kapal perang di zona ekonomi eksklusif pada laut cina selatan.

Zona Ekonomi Eksklusif adalah zona yang luasnya 200 mil laut dari garis dasar pantai, yang mana dalam zona tersebut sebuah negara pantai mempunyai hak atas kekayaan alam di dalamnya, dan berhak menggunakan kebijakan hukumnya, kebebasan bernavigasi, terbang di atasnya, ataupun melakukan penanaman kabel dan pipa.

Sehingga eksistensi dan kontribusi kapal perang berdampak signifikan pada konsistensi perdamaian di wilayah laut Natuna.



Anda pembaca ke 151 dari 151