PUSPENERBAL UJI COBA TERBANG PESAWAT UDARA TANPA AWAK SCAN EAGLE
Juanda
Diposkan oleh renbang 20 Mei 2022 pukul 10:16:52AM
Update terakhir 20/05/2022, 10:16:52AM

Reporter : Penpus
Editor : Penpus
Fotografer : Penpus

Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setiawan didampingi Dirops Puspenerbal, Dirrenbang Puspenerbal, Danwing Udara 2, dan Dankolat Penerbal menyaksikan uji coba peluncuran Drone ScanEagle, kamis (19/5/2022). Uji coba peluncuran Scan Eagle dilaksanakan di Apron Skuadron 100 Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda Kecamatan Sedati Sidoarjo.

Drone intai Scan Eagle diperlihatkan pada Juni 2021 tepatnya pada HUT Penerbangan TNI AL ke 65, dan pada saat itu juga Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Yudo Margono meresmikan dua skuadron baru, yakni Skuadron Udara 100 Anti Kapal Selam (AKS) dan Skuadron Udara 700 Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA).

Indonesia direncanakan akan mendapatkan 14 unit Scan Eagle. Nantinya Indonesia hanya akan mengeluarkan dana sekitar Rp10 miliar untuk mengintegrasikan dan memastikan keamanan data dari peralatan ini dengan alutsista lainnya. Dalam proyek integrasi tersebut, PT LEN Industri yang akan bertugas untuk melakukan integrasi sistem pada drone.

Drone Scan Eagle dapat beroperasi di atas 15.000 kaki (4.572 meter) dan berkeliaran di medan perang untuk misi yang diperpanjang hingga 20 jam. Drone dengan bobot maksimum tempat pilot diizinkan untuk lepas landas atau maximum takeoff weight (MTOW) 22 kilogram ini, digerakkan mesin piston model pusher berdaya 15 hp.

Kecepatan terbang jelajah ScanEagle sendiri berada di kisaran 111 km/jam dan kecepatan maksimum 148 km/jam. Batas ketinggian terbang mencapai 5.950 meter. ScanEagle sanggup berada di udara dengan lama terbang (endurance) lebih dari 24 jam.

Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) ScanEagle merupakan pesawat yang mampu melaksanakan fungsi ISR (intelligent, surveillance dan reconnainsance) yang merupakan salah satu unsur PUTA Skuadron 700 Wing Udara 2 Puspenerbal.

Skadron Udara 700 yaitu satuan dengan kemampuan khusus untuk melayani operasional pesawat udara tanpa awak (PUTA). Sebelum Indonesia, Scan Eagle terlebih dahulu diterima oleh Filipina dan Malaysia, dimana kesemuanya memperoleh Scan Eagle lewat program hibah Maritime Security Initiative (MSI).

Setelah terbang selama 5,5 jam dengan menempuh jarak 50 km, akhirnya Drone Scan Eagle recovery landing dengan aman di Apron Skuadron 100 Wing Udara 2 Puspenerbal.



Anda pembaca ke 39 dari 39