PESAWAT NOMAD N24P-843 RAJAWALI LAUT, PERCANTIK TAMAN KOTA MADIUN
Madiun
Diposkan oleh renbang 16 Januari 2022 pukul 04:52:31PM
Update terakhir 18/01/2022, 04:52:31PM

Reporter : Penpus
Editor : Penpus
Fotografer : Penpus

Sidoarjo Puspenerbal, (16/1)


Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) Laksamana Muda (Laksda) TNI Edwin, didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri Puspenerbal Ny. Wenny Edwin, mengahdiri peresmian Monumen Nomad N24P-843, Ranjau Tanduk dan Tank PT76 serta Meriam Howitzer M30 122mm, di Taman Kota Caruban Asti dan di lokasi Exit Tol Dumpil  Kabupaten Madiun Jawa Timur, Minggu (16/1/2022). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono.

Terpilihnya Kabupaten Madiun sebagai lokasi pembangunan monumen sejarah dari alutsista tersebut menandakan bahwa Kabupaten Madiun memang merupakan daerah yang dulunya pernah melakukan perlawanan terhadap penjajah sehingga monumen dua alat tempur bersejarah itu dibangun di wilayah Kabupaten Madiun.

Pesawat Patroli Maritim Nomad N-24 yang menjadi monument di Taman Kota Caruban Asti, merupakan unsur yang digunakan sebagai kepanjangan mata dan telinga dari KRI TNI AL dalam operasi dan berbagai latihan, Pesawat dari jajaran Puspenerbal ini merupakan pesawat buatan Australia tahun 1984, memiliki panjang 14,34 meter, dengan lebar 16,53 meter dan telah menyelesaikan masa baktinya di TNI AL pada tahun2012.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Monumen Nomad N24P-843 dan Tank PT76 serta Meriam Howitzer M30 122mm saya resmikan. Semoga Allah SWT memberikan inayah-nya dan meridai setiap ikhtiar yang kita lakukan," kata Kasal.

Keberadaan monumen bersejarah tersebut untuk menanamkan nilai patriotisme dan nasionalisme kepada masyarakat, terlebih generasi muda di Kabupaten Madiun akan kecintaannya kepada Tanah Air, jelas Kasal

Sesuai data, Pesawat Nomad dan Tank Tempur tersebut pernah digunakan untuk operasi di Irian Barat. Monumen ini dibangun dengan konsep terbuka sehingga bisa menjadi tempat rekreasi warga sekaligus sarana untuk belajar sejarah.


Anda pembaca ke 79 dari 79