PERINGATAN HARI DHARMA SAMUDERA, PRAJURIT PENERBANGAN TNI AL SABANG
Sabang
Diposkan oleh renbang 15 Januari 2022 pukul 02:36:24PM
Update terakhir 15/01/2022, 02:36:24PM

Reporter : Pen_Lan Sabang
Editor : Penpus
Fotografer : Pen_Lan Sabang

Sabang (15/1/2022). Komandan pangkalan udara TNI AL Mayor  Laut (P) Nasrulloh, M. Tr. Opsla memimpin upacara peringatan Hari Dharma Samudera Tahun 2022 di Ujung Kareung tempat musibah jatuhnya Pasawat Udara TNI AL Nomad P-833 yang sedang melaksanakan tugas patroli diperairan laut Sabang.


Upacara Hari Dharma Samudera tahun 2022 kali ini diikuti oleh para Perwira Staf, seluruh prajurit dan PNS Lanudal Sabang beserta Ibu-ibu Jalasenastri Cabang 8 Gabungan Puspenerbal.

Diawali dengan persiapan pasukan, mengheningkan cipta dan dilanjutkan dengan pembacaan sejarah pertempuran Laut Arafuru, bertindak sebagai Komandan Upacara Mayor Laut (T) Riyanta yang sehari-hari menjabat sebagai Perwira Pelaksana Lanudal Sabang.

Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. Kepala Staf Angkatan Laut dalam amanat tertulis yang dibacakan Komandan Lanudal Sabang menyampaikan bahwa Hari Dharma Samudera merupakan bentuk penghormatan terhadap para Pahlawan bangsa sekaligus mengenang peristiwa yang terjadi di Laut Arafuru pada 60 tahun silam.
Pertempuran Laut Arafuru yang terjadi pada tanggal 15 Januari 1962 merupakan peristiwa heroik dalam Sejarah Angkatan Laut yang ditunjukkan Pelaut-Pelaut kita dibawah kepemimpinan Komodor Yos Sudarso.

Sebagai Prajurit laut, Komodor Yos Sudarso menunjukkan keteladana n dan inspirasi kepemimpinan dalam melaksanakan tugas yang diemban, sifat rela berkorban dan ikhlas dalam bekerja merupakan nilai-nilai luhur yang ditunjukkan dalam peristiwa tersebut.

Diera Revolusi seperti saat ini, dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat dan pengaruh era globalisasi, tantangan kita sebagai garda pelindung keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia akan menjadi semakin kompleks.


Prajurit TNI Angkatan Laut dituntut untuk lebih adaptif, produktif, berinovasi tinggi dan kompetitif dalam meningkatkan profesionalisme pelaksanaan tugas. Dalam proses itu jangan sampai melupakan jati diri seorang prajurit yang selalu berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Trisila TNI Angkatan Laut.
Pewarisan nilai-nilai kejuangan dalam peringatan ini juga mewakili sejumlah pertempuran laut lainnya, misalnya Kapten Markadi dengan perahu cadik, Letnan Samadikun, Kapten Harjanto, Mayor Jhon Lie, prajurit Nanggala tabah dalam patroli selamanya gugur saat menjalankan tugas negara dan masih banyak yang lainnya yang tercatat maupun tidak tercatat.

Kegiatan Peringatan Hari Dharma Samudera kemudian dilanjutkan dengan penghormatan dan tabur bunga kepada para pahlawan yang telah gugur di laut dalam mempertahankan NKRI, Penyerahan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin disekitar lokasi jatuhnya Pesawat Nomad P-833 dan ditutup dengan ramah tamah dengan warga sekitar Ujung Kareung.



Anda pembaca ke 183 dari 183