MEMBANGUN BUDAYA KESELAMATAN, PUSPENERBAL GELAR WORKSHOP SAFETY SHARING TAHUN 2020
Juanda
Diposkan oleh renbang 20 Februari 2020 pukul 07:15:05AM
Update terakhir 21/02/2020, 07:30:36AM

Reporter : Pen_Puspenerbal
Editor : Mayor_Solikhin
Fotografer : Pen_Puspenerbal

Juanda (20/02), Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Edwin S.H., M. Han. Selaku pembina penerbangan TNI Angkatan Laut mengemban tugas melaksanakan pembinaan penerbangan yang meliputi kesiapan fungsi penerbangan, kesiapan pesawat udara, kesiapan pangkalan, kesiapan latihan, kesiapan material udara, kesiapan profesi personel penerbangan serta  keselamatan penerbangan.

Forum Workshop Safety sharing telah memberikan manfaat besar dalam memberikan pengetahuan kita semua terhadap pentingnya keselamatan terbang dan kerja. Oleh karena itu kiranya patut kita canangkan sebagai agenda tetap yang harus dilaksanakan di Puspenerbal sebagai bembangun safety culture bagi seluruh personel penerbangan. Forum akademis ini juga melibatkan instansi pemerintah di bidang penerbangan yaitu kementrian perhubungan khususnya ditjen perhubungan udara sebagai regulator, instansi pengelola Bandara PT Angkasa Pura I, BMKG, Airnav, perguruan tinggi penerbangan seperti politeknik penerbangan surabaya, dinas psikologi TNI Aangkatan Laut serta operator penerbangan sekaligus pabrikan pesawat udara Airbus.

Safety sharing ini juga membahas pentingnya kesiapan fasilitas labuh  di pangkalan yaitu kesiapan runway, taxiway, apron, crash team dan keamanan dari gangguan lingkungan. Pencegahan terhadap gangguan burung (bird strike) pada pesawat udara merupakan ancaman potensial yang dapat menimbulkan kecelakaan (accident), Inspeksi Runway, Taxiway dan Apron terhadap benda asing yang membahayakan penerbangan (oreign object damage/fod) harus menjadi prosedur baku yang wajib dilaksanakan oleh seluruh komandan lanudal dan jajarannya. Konsentrasi pembahasan standardisasi inspeksi fasilitas labuh ini menjadi domain direktorat operasi, direktorat logistik dan para komandan lanudal.
 
Keselamatan yang disampaikan oleh airbus terkait safety management system (sms) sebagaimana diatur dalam annex 19 chicago convention 1944 maupun undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan. Pembahasan materi ini merupakan pengetahuan baru bagi kita yang patut kita implementasikan diseluruh lapisan organisasi di jajaran puspenerbal. Manajemen keselamatan ini harus menjadi domain kita semua dan direkomendasikan pelaksanaannya melalui program keselamatan, pelaksanaan serta evaluasi yang harus dilaporkan ke komando atas secara berjenjang. Seluruh komandan/kasatker wajib mengetahui safety management system dan disesuaikan dengan lingkungan kerja masing-masing yang sesuai untuk diterapkan.
 
Beberapa peristiwa keselamatan terbang dan kerja di lingkungan puspenerbal sejak tahun 1963 sampai saat ini masih terjadi. Tugas yang kita emban di dunia penerbangan ini  juga dialami oleh operator di dunia manapun. Namun kondisi seperti ini janganlah dijadikan alasan pembenar namun harus kita jadikan bahan introspeksi diri agar kita mampu memitigasi resiko keselamatan terbang dan kerja.            
 
Dari laporan subditlambangja tahun 2019 menunjukan adanya tren peningkatan laporan keselamatan dari satker jajaran puspenerbal. Kondisi ini menunjukkan kepedulian yang positif dan kesadaran akan pentingnya keselamatan. Informasi keselamatan tidak ditujukan untuk kepentingan pertanggung jawaban (no responsibility), tidak dimaksudkan untuk kepentingan menyalahkan (no blame) dan bukan untuk kepentingan hukum (non-juristic). Laporan dan informasi tersebut diutamakan untuk kepentingan pencegahan timbulnya resiko keselamatan terbang dan kerja.
 
Laporan keselamatan menjadi informasi penting untuk segera dipelajari, dianalisa dan dievaluasi agar mendapatkan solusi atau perbaikan. Namun di dalam laporan Subditlambangja Puspenerbal juga masih mencatat adanya persitiwa incident yang tidak dilaporkan oleh satker secara berjenjang sesuai prosedur. Peristiwa tersebut tidak hanya pada operasional pesawat udara, namun juga meliputi  sistem kerja pemeliharaan, pangkalan, kesehatan udara hingga psikologi penebangan. Oleh karena itu, melalui momentum workshop ini, marilah kita satukan pandangan dan tindakan akan pentingnya laporan keselamatan untuk menjadi mandatori di lingkungan puspenerbal. Beberapa safety buletin yang dirangkum dalam beberapa surat edaran Danpuspenerbal.
 
 

 



Anda pembaca ke 251 dari 251