KOMANDAN PUSPENERBAL MENGIKUTI ACARA SECARA VIRTUAL WAWASAN KEMARITIMAN
Juanda
Diposkan oleh renbang 4 Juli 2021 pukul 10:24:38AM
Update terakhir 04/07/2021, 10:24:38AM

Reporter : Penpus
Editor : Maysolikin
Fotografer : Penpus

Komandan Puspenerbal Laksamana Muda TNI Edwin, S.H, M.Han., secara virtual mengikuti acara Wawasan Kemaritiman Dalam rangka Hari Kelautan Nasional 2 Juli 2021, Minggu (03/07/2021).

Melalui Sarana Video Converence, hadir dalam rangkaian kegiatan Prof. Ir. Mukhtasor, M. Eng., Ph.D., Guru Besar Teknik Kelautan ITS Surabaya, Tim Pakar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dewan Energi Nasional 2009 – 2014, Siti Rahmatillah Fitriyah, S.H., M.H., Pramuka penyelam perempuan professional dari Situbondo, Rohmad Oktoriyono, Executive Assisten Manager Mercure Surabaya Grand Mirama, Pertiwi Eka Putri Handayani, Runner up I Puteri Lingkungan Hidup 2020, Juara I Pramuka Penggalang (SD) Patriot Lingkungan Jatim 2020, Eco Student (Elementary) of the Year 2019.I

ndonesia dapat turut serta menjaga kedaulatan maritim dan memanfaatkannya untuk kesejahteraan bersama, dalam kesempatan tersebut Komandan Puspenerbal menyampaikan Indonesia merupakan salah satu negara berdaulat yang memiliki wilayah laut terbesar di dunia.

Sejarah menunjukkan bahwa pada masa lalu, Indonesia memiliki pengaruh yang sangat dominan di wilayah Asia Tenggara, terutama melalui kekuatan maritim besar di bawah Kerajaan Sriwijaya dan kemudian Majapahit. Wilayah laut Indonesia yang merupakan dua pertiga wilayah Nusantara mengakibatkan sejak masa lampau, Nusantara diwarnai dengan berbagai pergumulan kehidupan di laut. Dalam catatan sejarah terekam bukti-bukti bahwa nenek moyang bangsa Indonesia menguasai lautan Nusantara, bahkan mampu mengarungi samudera luas hingga ke pesisir Madagaskar, Afrika Selatan. Penguasaan lautan oleh nenek moyang kita, baik di masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya, Majapahit maupun kerajaan-kerajaan Bugis-Makassar, lebih merupakan penguasaan       de facto daripada penguasaan atas suatu konsepsi kewilayahan dan hukum.

Peserta yang mengikuti mulai dari SD, SMP, SMA dan mahasiswa.



Anda pembaca ke 165 dari 165