KOMANDAN LANUDAL JUANDA BESERTA IBU MENGHADIRI UPACARA PURNA TUGAS DAN PURNA BHAKTI DI HANGGAR II LANUDAL JUANDA
Juanda
Diposkan oleh renbang 13 Januari 2021 pukul 02:04:45PM
Update terakhir 13/01/2021, 02:04:45PM

Reporter : Pen_Lan Juanda
Editor : Maysolikin
Fotografer : Pen_Lan Juanda

Juanda - Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Muhammad Tohir beserta Ibu menghadiri upacara pelepasan Purna Tugas dan Tradisi Purna Bhakti Jalakaca Penerbangan di lapangan Hanggar II Lanudal Juanda, Selasa, (12/01/2021).

Sebelum upacara dimulai seluruh pasukan di tekankan pada protokol kesehatan, kepada anggota Purnawirawan beserta ibu yang hadir juga mengikuti protokol kesehatan dimasa pademi Corona (Covid-19).

Upacara Wisuda Purna Tugas dan Tradisi Purna Bhakti Jalakaca yang dilaksanakan secara hikmat, dihadiri sebagai pasukan upacara dari Pleton Perwira, Bintara, Tamtama, PNS dan anggota Purna Tugas beserta Ibu di jajaran Puspenerbal, serta turut hadir dari Ketua PPAL Wilayah V Surabaya, Wadan Puspenerbal, para Direktur jajaran Puspenerbal, Kafasharkan Pesud, Komandan Kolat Penerbal, Komandan Wing Udara 2.

Gelar Upacara pelepasan Purnawirawan Wisuda Purna Tugas dan Tradisi Purna Bhakti di mulai Komandan Puspenerbal Laksamana Muda TNI Edwin, S.H., M.Han., selaku Irup membuka jalannya upacara, Komandan Puspenerbal pada upacara Purna Tugas melepas 8 Perwira, 53 Bintara, dan 1 PNS  yang telah memasuki masa Purna Tugas.

Kepada personel baik Militer maupun PNS, Komandan Puspenerbal menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih atas pengabdian serta loyalitasnya selama 32 tahun pengabdian yang telah diberikan selama dalam menjalankan tugas aktivitas dan rutinitas disiplin waktu dalam melaksanakan tugas di jajaran Puspenerbal hingga masa pensiun tiba.

Pada upacara ini Komandan Puspenerbal selaku Irup beserta Ibu melaksakanan pelepasan sepasang burung merpati yang memberikan makna “Sebagai prajurit TNI AL itu lepas dari tugas negara dan kembali sebagai anggota masyarakat”.

"Status purnawirawan dan wredatama bukan batas akhir pengabdian, sebab bagi seorang pejuang, pengabdian akan terus diberikan kepada bangsa dan negara selama hayat dikandung badan," lanjutnya seraya berharap kepada para purnawiranan dan wredatama.

Dipenghujung acara seusai upacara dilanjutkan dengan penghormatan kepada bendera pelencang dan Komandan Puspenerbal menyerahkan cinderamata sebagai bentuk tanda terima kasih atas pengabdiannya.



Anda pembaca ke 81 dari 81