UPACARA DAN PARADE DEVILE HUT PENERBANGAN ANGKATAN LAUT KE-62
Diposkan oleh renbang 26 Juni 2018 pukul 11:41:22AM
Update terakhir 27/06/2018, 06:22:48PM

Reporter :
Editor :
Fotografer :

Puncak peringatan HUT Penerbangan Angkatan Laut ke-62 yang jatuh pada 17 Juni 2018, Puspenerbal menggelar upacara dan parade devile pasukan di Apron Hanggar Lanudal Juanda senin (25/06/2018), bertindak selaku Irup pada Upacara tersebut adalah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, SE., MM. Dalam peringatan tahun ini mengangkat tema “Dengan dilandasi Profesionalisme, Dedikasi serta Disiplin yang Tinggi, Penerbangan TNI Angkatan Laut Siap Mewujudkan Semangat Dharma Jalakaca Putra”.

Sebelum pelaksanaan upacara dan parade devile, acara diawali dengan penyematan Brevet Penerbang Kehormatan kepada Bapak Kasal oleh Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setiawan, S.H., dengan prosesi khas Penerbangan Angkatan Laut di Apron Base Ops Lanudal Juanda.

Peringatan HUT Penerbangan Angkatan Laut ke-62 saat ini tidak hanya upacara dan parade devile saja, tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lainnya seperti demonstrasi yang menampilkan Heli Banner, Flypass Pesud G-36 Bonanza, Heli EC-120B Colibri, Heli BO-105 Bolkow, Heli Bell-412, Heli AS-565 Mbe Panther, Pesud Casa NC-212, Pesud CN-235 dan KA- 350 King Air, serta pertunjukan drama kolosal yang menceritakan sejarah Bandara Waru Juanda.

Penerbangan Angkatan Laut yang telah berusia 62 tahun ini mempunyai perjalanan sejarah yang panjang dimulai dari dengan terbentuknya Staf Penerbangan pada tahun 1956. Selanjutnya secara bertahap Penerbangan Angkatan Laut menyiapkan sarana dan prasarana. Pada tahun 1957 menyiapkan Pangkalan Penerbangan Angkatan Laut di Moro Krembangan, dan pada tahun 1960 Penerbangan ALRI mulai mendatangkan pesawat-pesawat yang memiliki kemampuan Anti Kapal Selam yaitu 18 buah AS-4 Gannet dari Inggris yang dimasukan pada Skuadron 100, serta pada tahun 1960 ini juga Penerbangan ALRI membangun Pangkalan Udara Waru (Pualwa) yang kemudian di beri nama Lanudal Juanda.

Pesawat Udara adalah merupakan bagian dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL. SSAT merupakan doktrin dari bentuk postur kekuatan TNI AL terdiri dari KRI, Pesawat Udara (Pesud), Marinir dan Pangkalan. Pesud TNI AL harus memiliki kemampuan fleet air arm yang mampu memberikan daya deteksi dan intelijen, daya pukul, daya gerak dan pengamanan bagi KRI serta Marinir dalam melaksanakan manuver Armada, baik di masa damai (OMSP) atau di masa perang (OMP).

Selama masa pengabdiannya, Penerbangan TNI Angkatan Laut telah memberikan kontribusi besar terhadap tugas pokok TNI AL sebagai Fleet Air Wing di berbagai penugasan seperti, Operasi Trikora, Dwikora, Jaya Wijaya, Penumpasan PGRS/Paraku, Cendrawasih II, Seroja, Pengusiran Kapal Lusitania Expresso, Operasi Pemulihan Keamanan di Aceh, Operasi pembebasan KM Sinar Kudus di Somalia, operasi bantuan kemanusiaan dan SAR, serta operasi Maritime Task Force (MTF) di Lebanon di bawah komando PBB dengan mengirimkan personel dan helikopter BO-105 on board KRI sejak tahun 2009, dan pada tahun 2018 ini untuk memenuhi persyaratan operasional yang ditetapkan PBB, TNI AL akan mengirim Helikopter Dauphin As-365 N3 sebagai wujud keseriusan Penerbangan TNI AL untuk turut serta berkiprah dalam misi perdamaian dunia.

 

  

 

 

  



Anda pembaca ke 265 dari 265