TATAP MUKA DANPUSPENERBAL DENGAN ANGGOTA KORCAB I PUSPENERBAL GABUNGAN JALASENASTRI MABESAL
Diposkan oleh renbang 20 Maret 2018 pukul 01:04:26PM
Update terakhir 21/03/2018, 10:20:36PM

Pagi ini Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahtja Setiawan, S.H. selaku Pembina Jalasenastri Korcab I Gabungan Jalasenastri Mabesal berkesempatan tatap muka dengan anggota Jalasenastri Puspenerbal di gedung Wisma Perwira Lanudal Juanda. Hadir dalam acara tatap muka ini Pembina cabang 1 Jalasenastri Puspenerbal Kolonel Laut (P) Batos Laksono, Pembina cabang 3 Jalasenastri Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Bayu Alisyabana, Pembina cabang 10 Jalasenastri Fasharkan Pesud Kolonel Laut (E) Rohman dan Pembina cabang 2 Jalasenastri Wing Udara 1 diwakilkan oleh Kapten Laut (P) Hadi Suparman. Tatap muka ini diawali foto bersama Pembina Korcab I Puspenerbal dengan seluruh anggota Korcab I Puspenerbal gabungan Jalasenastri Mabesal dan dilanjutkan dengan sambutan Ibu pembina korcab I Puspenerbal Ny. Anna Dwika Tjahtja. Adapun seluruh anggota Jalasenastri yang hadir dalam acara tatap muka ini berjumlah 180 orang dari Jalasenastri Puspenerbal dan 70 orang undangan.

Danpusneberbal memberikan pengarahan kepada seluruh anggota Jalasenastri Puspenerbal, bahwa Jalasenastri merupakan organisasi istri-istri dari anggota TNI AL, maka wajib bagi istri untuk menjadikan suami sebagai imam dalam keluarga, tetaplah belajar, merawat diri dengan baik, tingkatkan wawasan, selalu berusaha inovatif dan kreatif dalam meningkatkan pelayanan, pengabdian terhadap suami dan keluarga. Selain itu, melalui pertemuan rutin diharapkan akan dapat memotivasi, agar tetap bersemangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga, sebagai istri, dan sebagai pendamping suami. Menjadi istri Prajurit TNI AL (Jalasenastri –Red) merupakan pilihan dengan segala Konsekuensinya, oleh sebab itu sebagai Jalasenastri harus mampu menempatkan diri pada posisi yang tepat baik sebagai seorang istri atau ibu rumah tangga, maupun sebagai seorang anggota Jalasenastri yang mampu mengemban tugas dalam memajukan organisasi Jalasenastri.

Acara dilanjutkan dengan ceramah psikologi yang bertemakan "Berbeda itu indah dan sehat" yang di bawakan oleh Dr. Umi Dayati, M.Pd. dosen Fakultas Psikologi sekaligus Motivator Universitas Negeri Malang (UM). Dalam ceramah beliau menyampaikan bebeda itu indah diawali dari keluarga sehingga tercipta keharmonisan rumah tangga yang indah. Perbedaan pada rumah tangga setidaknya dapat di diskusikan bersama dan saling terbuka antara suami istri dengan berusaha berbicara secara seimbang dalam mengambil keputusan. Beliau juga mengatakan mau tidak mau jadikan suami sebagai imam dan pemimpin dalam keluarga dan saling mengingatkan untuk selalu hormat kepada orang tua khususnya ibu maupun ibu mertua. Sosok seorang ibu sangat dimuliakan baik dalam agama maupun dalam Negara Indonesia, bukan berarti kita tidak mencintai seorang ayah. Ibu Umi Dayati juga menambahkan dalam ceramahnya menjadi wanita yang cerdas kuncinya ada pada ketulusan, dan langkahnya dimulai dari tekad untuk menjadi bagian dari kerja keras dan ikhlas, maka akan mendapatkan rezeki yang berkah. Perempuan sejati harus dapat membawa keluarga kearah dunia dan akhirat yang diridhoi dengan jalan dapat memberikan kontribusi yang baik terutama bagi anak-anaknya dan suami. Jadilah perempuan yang tangguh, tidak mudah mengeluh dan bersedih tidak berlarut-larut. Ibu Umi Dayati juga berkesempatan memberikan relaksasi pada seluruh anggota Jalasenastri Puspenerbal, beliau memaparkan relaksasi ini untuk menghilangkan berbagai bentuk pikiran yang kacau akibat ketidak berdayaan seseorang dalam mengendalikan ego yang dimilikinya, mempermudah seseorang mengontrol diri, menyelamatkan jiwa dan memberikan kesehatan bagi tubuh.

Sesi terakhir dalam acara tatap muka ini ceramah Kesehatan tentang perkembangan terkini Difteri oleh Letkol Laut (K/W) dr. Chonifa Wahyurini, yang sehari-hari menjabat sebagai Sub Dep THT Rumkital Dr. Ramelan Surabaya. Beliau menjelaskan Difteri merupakan penyakit menular akut pada tonsil, faring dan hidung, kadang-kadang pada selaput mukosa dan kulit. Difteri dapat menyerang pada setiap orang yang tidak mempunyai kekebalan (Imun). Penyakit ini dapat didefinisikan sebagai infeksi bakteri Corynebacterium Diptheriae namun dapat dicegah dengan imunisasi, Infeksi saluran respiratorik atas atau nasofaring menyebabkan selaput berwarna keabuan dan bila mengenai laring atau trakea dapat menyebabkan ngorok (stridor) dan penyumbatan. Sekret hidung berwarna kemerahan dan Toksin difteri menyebabkan paralisis otot dan miokarditis, yang berhubungan dengan tingginya angka kematian. dr. Chonifa Wahyurini menyampaikan untuk pencegahan Difteri ini ada 3 jenis Vaksin untuk imunisasi yaitu Vaksin DPT-HB-Hib, Vaksin DT dan Vaksin TD.(*)

 



Anda pembaca ke 166 dari 166