LANUDAL TPI MELAKSANAKAN UPACARA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI LAHIR PANCASILA DI APRON LANUDAL TPI
Diposkan oleh renbang 4 Juni 2016 pukul 09:13:25PM
Update terakhir 04/06/2016, 10:17:01PM

Hari Rabu (01/06) bertempat di Apron Lanudal Tanjungpinang telah dilaksanakan upacara dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila yang diikuti oleh Perwira, Bintara, Tamtama, PNS Wing Udara 2 dan Lanudal Tanjungpinang. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Komandan wing Udara 2 Letkol Laut (P) Ludi Muharjo, dengan Komandan Upacara Kapten Laut (E) Lilik Supriyadi.

 

Upacara peringatan hari lahir Pancasila adalah sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu pendiri bangsa dan sekaligus untuk meneguhkan hati kita terhadap eksistensi Pancasila. Kita semua sudah memahami bahwa Pancasila itu adalah sebagai idiologi, sebagai dasar negara dan juga sebagai falsafah hidup bagi bangsa Indonesia.

            Proses perumusan Pancasila dimulai dari tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan 1 Juni 1945 dengan 3 (tiga) orang tokoh sebagai perumusnya yaitu; Ir. Soekarno, Mohammad Yamin, dan Mr. Soepomo yang tergabung dalam BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia), mereka bertiga mengusulkan ke PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) tentang dasar negara apabila bangsa Indonesia telah merdeka dan lepas dari penjajahan. Pada tanggal 22 Juni 1945 Panitia Sembilan berhasil merumuskan rancangan UUD 45 yang disebut dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Kemudian pada tanggal 18 Agusus 1945 akhirnya PPKI mengesahkan dan menetapkan pembukaan dan batang tubuh (isi) UUD 45 yang didalamnya juga ada teks Pancasila.

            Makna dari proses lahirnya Pancasila, pertama; kita harus menghormati dan bangga kepada mereka yang tergabung dalam PPKI karena mereka telah mengemban tugas mulia yaitu meletakkan dasar-dasar ketatanegaraan yang kuat bagi Indonesia. Kedua; sejak disahkannya Pancasila sebagai dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945, maka sejak itu negara Indonesia telah memiliki sumber hukum dan dasar hukum bagi segala hukum dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara di negara Indonesia. Yang ketiga; dalam perumusan Pancasila diwarnai tarik menarik berbagai kepentingan, kita bangga karena para pendiri bangsa telah menunjukkan ketauladanannya dengan semangat persatuan dan kesatuan yang dilandasi rasa mementingkan kepentingan umum bisa mengalahkan kepentingan pribadi dan kelompok.



Anda pembaca ke 407 Orang