ISRA MIRAJ SEBAGAI SARANA MEMANTAPKAN IMAN DAN TAQWA PRAJURIT PUSPENERBAL
Diposkan oleh renbang 19 April 2018 pukul 04:56:57PM
Update terakhir 19/04/2018, 06:15:17PM

Isra Miraj merupakan peristiwa berharga bagi umat islam karena peristiwa inilah Rasullullah mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha (red. Isra) dan peristiwa ini juga Sholat wajib 5 waktu diwajibkan (red. Mi'roj). Puspenerbal memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1439 H tahun 2018 kamis 19/04/2018 bertempat di masjid syuhada Lanudal Juanda. Acara ini mengambil tema "Jadikanlah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1439 H/2018 M sebagai sarana memantapkan iman dan taqwa Prajurit TNI dan ASN TNI yang berjiwa kesatria, militan, royal, profesional, modern dan manunggal dengan rakyat" dan diikuti oleh seluruh prajurit TNI AL dan ASN TNI dijajaran Puspenerbal. Ikut serta dalam acara ini anak-anak panti asuhan R. Mulyadi dan ibu-ibu Jalasenastri Korcab 1 Puspenerbal.

Acara dimulai dengan lantunan nada hadrah ibu-ibu grup qosidah Puspenerbal dan disambung dengan pembacaan lantunan ayat suci Alqur-an surat al-isra ayat 1 - 5 oleh Qoriah Yunda Osianita sementara pembaca saritilawah Sertu Elvira. Penceramah agama Ustadz Prof. H. Abdul Aziz, M. Ag., menceritakan kisah isra mi'raj nabi Muhammad SAW merupakan peristiwa saat Rosullullah mendapat kesedihan istri beliau Khodijah wafat dan paman Rosullullah juga meninggalkan beliau karena wafat, di tahun ini juga merupakan puncak kesedihan Rosullullah. Dan Allah memberikan perjalanan Rosullullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, hingga ke Sidratul Muntaha (red. Langit ke tuju). Ustadz Abdul Aziz menjelaskan kisah isra miraj nabi Muhammad SAW memberikan suatu keilmuan yang harus dipahami bahwa Hidup penuh dengan cobaan, tidak ada orang yang tidak diberi cobaan oleh Allah, Kehawatiran yang selalu melekat terhadap suatu cobaan, maka kembalikan kehawatiran itu kepada allah dengan meminta ampunan dosa dan memintalah pertolongan hanya kepada Allah SWT diiringi dengan sholat 5 waktu.

Besabar dalam menghadapi segala cobaan dengan belajar menanam ke-ikhlashan dan bersyukur merupakan hal penting bagi muslimin dan muslimat, tambah ustadz Abdul Aziz dalam ceramahnya. Sehingga setiap cobaan yang dialami insyaallah akan diringankan oleh Allah SWT, tegas ustadz Abdul Aziz. Beliau pun menceritakan kisah Rosullullah saat di hadapkan 2 pilihan oleh Malaikat Jibril saat di Baitul Maqdis merasa sangat haus yaitu yang berisi susu dan Khamr (red. arak yang segar) dan Rosullullah memilih air susu. Itulah bentuk pilihan kita terhadap suatu cobaan yang diberikan pada kita yaitu mengambil hal yang buruk atau hal yang baik, jelas ustadz Abdul Aziz.

 

 

 



Anda pembaca ke 88 dari 88