LATIHAN PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT (PKD) DI BANDARA RAJA HAJI FISABILILLAH (RHF) TANJUNGPINANG
Diposkan oleh renbang 4 Juni 2016 pukul 10:23:32PM
Update terakhir 04/06/2016, 10:36:23PM

Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) adalah suatu latihan yang dilaksanakan oleh pihak Bandara dalam mempersiapkan jika sewaktu-waktu terjadi insiden, eksiden dan atau keadaan darurat yang bisa saja terjadi pada pesawat yang akan take off maupun landing di Bandara khususnya Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

 

Dimana latihan tersebut bertujuan untuk melatih fungsi Komando, Komunikasi dan koordinasi anggota Komite Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) penerbangan, sehingga tindakan dari masing-masing anggota Komite lebih efektif disamping dapat terimplementasinya prosedur yang tertera dalam Airport Emergency Plan (AEP) juga. Jenis latihan yang dilaksanakan adalah Table Top Exercise and Partial Exercise dengan skenario Kecelakaan Pesawat Udara (Aircraft Crash) di dalam Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.

Dalam latihan yang dilaksanakan pada hari Kamis 2 Juni 2016 tersebut Bandara RHF melibatkan beberapa instansi terkait diantaranya adalah Wing Udara 2 Puspenerbal dan Lanudal Tanjungpinang, dimana dalam latihan tersebut Wing Udara 2 dan Lanudal Tanjungpinang diminta bantuannya untuk menangani keadaan darurat yang disekenariokan oleh pihak Bandara RHF Tanjungpinang. Wing Udara 2 dan Lanudal Tanjungpinang mengirimkan 1 (satu) peleton untuk mengamankan akses/jalur-jalur emergency di dan ke Bandara, mensiagakan personel di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), rendezvous point dan staging area.

Tindakan yang dilakukan oleh Komandan Wing Udara 2 Tanjungpinang Letkol Laut (P) Ludi Muharjo setelah menerima berita kecelakaan pesawat udara di Bandara RHF Tanjungpinang, mengintruksikan kepada anggota Wing Udara 2 Puspenerbal dan Lanudal Tanjungpinang untuk turun ke Bandara RHF Tanjungpinang guna memberikan bantuan pengamanan dan tindakan-tindakan penanggulangan, berkoordinasi dengan Avsec mengatur semua jalur lalu lintas baik orang maupun kendaraan yang menuju crash area, membantu mengatur lalu lintas kendaraan/peralatan pertolongan menuju crash area serta memberi petunjuk kepada pihak bantuan luar yang datang (membuka gate jalan Bandara).



Anda pembaca ke 452 Orang