LATIHAN AIRCRAFT UNDERWATER ESCAPE TRAINING (AUET) AWAK PESAWAT UDARA TNI ANGKATAN LAUT
Diposkan oleh renbang 3 Maret 2017 pukul 02:00:07PM
Update terakhir 27/03/2017, 12:27:31PM

Puspenerbal (03/03/2017) Mako Wing Udara 2 Puspenerbal Tanjung Pinang melaksanakan Latihan Aircraft Underwater Escape Training (AUET) TA. 2017. Latihan tersebut dibuka langsung oleh Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir, S.E., M.Sc. Komandan Puspenerbal selaku Direktur Latihan (Dirlat).

 
Kegiatan Latihan ini bertema “Puspenerbal melaksanakan latihan Aircraft Underwater Escape Training (AUET)TA. 2017 di Tanjungpinang dan Batam dalam rangka menjamin kesiapan operasional guna mendukung tugas TNI Angkatan Laut” Latihan dilaksanakan di dua tempat yaitu kota Tanjungpinang dan kota Batam dan dilaksanakan mulai tanggal 27 Februari 2017 s.d 2 Maret 2017, Latihan Aircraft Underwater Escape Training (AUET) merupakan suatu latihan penyelamatan diri dari pesawat ketika berada didalam air yang merupakan bagian dari pendidikan dan latihan prosedur pelepasan diri (escape) awak pesawat udara yang mengalami pendaratan darurat di laut,danau maupun sungai.

Adapun tujuan latihan tersebut adalah meningkatkan kemampuan awak pesawat udara TNI Angkatan Laut dan kesiapan operasional dalam melaksanakan prosedur emergency sebelum, selama dan sesudah melaksanakan pendaratan darurat di air (ditching) dengan sasaran latihan yaitu terpeliharanya kemampuan awak pesawat udara dalam melaksanakan prosedur emergency sebelum, selama dan sesudah melaksanakan pendaratan darurat di air (ditching), terbinanya kemampuan personel dalam menganalisa environmental hazards, tercapainya pola pikir dan pola tindak yang sama antar awak pesud dalam menghadapi pendaratan darurat di air (ditching) dan terujinya buku petunjuk tentang prosedur emergency dan pendaratan darurat di air (ditching). Medan operasi Pesawat Udara TNI AL yang sebagian besar berada di laut/perairan yang memiliki potensi kecelakaan/keadaan darurat yang disebabkan karena faktor kondisi teknis, alam/cuaca, maupun kesalahan manusia (Human Error), maka perlu adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan serta kesamaan prosedur, standarisasi kerjasama dan kemampuan pengawak pesawat udara TNI AL dalam hal penyelamatan setelah mendarat darurat di air/Ditching sehingga dapat melatih kerjasama antara pengawak Pesud TNI AL serta meminimalisir kerugian personel dan keselamatan personel dapat terjamin.

Peserta latihan berjumlah 153 (seratus puluh tiga) personel terdiri dari Pelaku 60 (enam puluh) personel, Pelatih 10 (sepuluh) personel, Pendukung 83 (delapan puluh tiga) personel.Acara briefing penutup dilaksanakan di kota Batam tepatnya di BatamSafety Training Centre (BSTC) pada hari Kamis tanggal 2 Maret 2017 dipimpin oleh Komandan Wing Udara 2 Kolonel Laut (P) Ludi Muharjo, selaku Wakil Direktur Latihan (Wadirlat).

Hadir pula dalam kegiatan latihan tersebut antara lain Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir, S.E., M.Sc. selaku Direktur Latihan (Dirlat), Komandan Wing Udara 2 Kolonel Laut (P) Ludi Muharjo selaku Wakil Direktur Latihan (Wadirlat), Dirrenbang Puspenerbal Kolonel Laut (P) Supriyadi, Komandan Lanudal Tpi Letkol Laut (P) Henoch Nazarius, S.E., Pamen Itjenal Kolonel Laut (P) Agus Priyatna dan Letkol Laut (P) Gemma Eka Putra selaku Tim Evalat,Pamen Sopsal Kolonel Laut (P) Retiono Kunto dan Letkol Laut (P) Wijayanto selaku Tim Peninjau Latihan,Pamen Kolat Penerbal Mayor Laut (P) Aris Topan selaku Penilai Latihan, Mayor Laut (P) Gugus Wahyu S.U.,S.H. selaku Paopslat, Wakil Komandan Lantamal IV Kolonel Laut (P) DwikaTjahja serta Komandan Denma Lantamal IV Letkol Laut (P) Rakhmad Arif Bintoro.

 

 




Anda pembaca ke 288 Orang