BERITA KATEGORI PENERBANGAN


SEJARAH SINGKAT PENERBANGAN ANGKATAN LAUT - LAKSMA TNI SIGIT SETIYANTA

Diposkan oleh renbang 10 November 2015 (Pembaca 2.622)

Sejak awal kelahirannya pada tanggal 17 Juni 1956, penerbangan Angkatan Laut telah menunjukkan dharma bakti bagi Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbagai operasi militer untuk perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP) telah mewarnai pengabdian penerbangan Angkatan Laut, antara lain Operasi T rikora, Dwikora, Jayawijaya, Penumpasan PGRS/Paraku, Seroja, Surya Bhaskara Jaya, bantuan kemanusiaan T sunami dan gempa bumi di Nangroe Aceh Darussalam/Nias, pencarian dan evakuasi korban pesawat Air Asia QZ 8501 serta penugasan operasi lainnya.


SEJARAH SINGKAT PENERBANGAN ANGKATAN LAUT

Diposkan oleh 18 Juni 2010 (Pembaca 6.307)

Gagasan awal membentuk Penerbangan Angkatan Laut sebenarnya telah muncul sejak masa revolusi. Gagasan tersebut terutama muncul dari para mantan anggota MLD – Marine Luchtvaart Dienst (Dinas Penerbangan Angkatan Laut Belanda). Periode 1950 – 1956 pemikiran itu mulai direalisasikan dengan merekrut para pemuda Indonesia sebagai penerbang, sesuai klausul perjanjian perdamaian KMB (Konperensi Meja Bundar) yang ditandatangani pada tahun 1949 di mana pemerintah Kerajaan Belanda akan membantu pembangunan Angkatan Perang RIS (Republik Indonesia Serikat). Dua pemuda Indonesia pertama yang dikirim mengikuti pendidikan penerbang di KIM – Koninklijk Instituut voor de Marine di negeri Belanda adalah taruna Hamami dan Tjokroadiredjo. Untuk memantapkan kesiapan, pimpinan ALRI juga mengirim pemuda-pemuda Indonesia terbaik untuk mengikuti pendidikan penerbang dan navigator di Inggris, termasuk bintara untuk teknisi pesawat dan pengatur lalu lintas udara.

JEJAK HISTORIS PENERBANGAN TNI AL

Diposkan oleh 19 November 2008 (Pembaca 3.535)

      Perang Dunia ke dua memberikan pengalaman berharga bagi eksistensi dan perkembangan penerbangan angkatan laut di dunia. Demikian pula dengan berbagai penemuan di bidang teknologi penerbangan dan keangkatanlautan telah memberikan sumbangan berharga bagi pengoperasian unsur-unsur penerbangan angkatan laut selanjutnya penempatan pesawat-pesawat udara tidak lagi didominasi oleh kapal-kapal induk dan kapal-kapal amfibi raksasa, karena kapal-kapal kombatan semacam fregat, pemsak (destroyer) dan penjelajah (cruiser) mampu membawa helikopter untuk menambah kemampuan tempurnya. Peran yang sangat penting dari helikopter tersebut adalah penggunaannya dalam peperangan anti kapal selam dan peperangan ranjau. Begitu pula pada operasi-operasi laut masa kini yang dilakukan oleh berbagai negara seperti Angkatan Laut Inggris pada Perang Malvinas dan Angkatan laut Amerika Serikat pada Perang Teluk, semakin meneguhkan keyakinan betapa kehadiran kesenjataan udara yang menjadi bagian integral dari sebuah Angkatan Laut sangat signifikan.